World News

Silsilah keluarga

Friday, August 12, 2011

Dalam kehidupan kita tidak bisa terlepas dari hubungan keluarga, dimana sebagai manusia kita lahir di muka bumi dari seorang ibu dan bapak, selanjutnya kita melahirkan atau ikut andil dalam proses adanya terciptanya sebuah janin menjadi seorang manusia. Sehingga dalam silsilah keluarga muncul istilah Buyut, kakek nenek, Bapak ibu , anak, cucu, cicit dan seterusnya, dimana setiap orang mengalami proses secara bergantian. Saat sekarang sang cicit manjadi manusia yang paling muda usianya dalam keluarga, namun pada suatu saat kelak akan menjadi kakek atau nenek yang secara usia paling tua dalam keluarga tersebut.

Setiap manusia mempunyai silsilah garis keturunan, namun tidak semua orang mengetahui secara pasti dan urutan silsilah garis keturunannya. Ada orang yang beruntung masih mempunyai catatan garis keturunan beberapa generasi, mungkin bisa mencapai tujuh generasi atau lebih, namun tidak sedikit orang yang tidak paham siapa orang tuanya atau kakek neneknya. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh proses kehidupan yang dialami orang tersebut, baik karena factor lingkungan atau situasi yang terjadi pada saat itu, atau mungkin factor internal keluarganya.

Fenomena lunturnya silsilah keluarga saat ini sudah banyak terjadi dan hal ini kelihatannya bukan suatu hal yang mencemaskan, meskipun berpengaruh terhadap generasi selanjutnya. Saya ambil contoh di desaku, biasanya setiap desa mempunyai makam leluhur yaitu orang yang pertama kali merintis (bahasa jawa : babat alas ) dan tinggal di desa tersebut. Dari leluhur tersebut maka lahirlah generasi-generasi yang tinggal di desa tersebut sehingga menjelma menjadi sebuah pemukiman dengan jumlah warganya bisa mencapai 500-an, meskipun dalam prosesnnya ada warga luar daerah yang masuk dan ada warga desa yang keluar daerah, namun dalam perkembangannya penduduk desa tersebut masih mengakui bahwa mereka mempunyai leluhur desa, yaitu orang yang pertama kali merintis adanya desa tersebut.

Andai tidak ada saksi sejarah yang masih hidup. Maka sejarah akan hilang dan hal tersebut disebabkan karena silsilah keturunan tidak di dokumentasikan secara tertulis namun hanya berdasarkan ingatan. Dalam kejadian tersebut tentunya kita tidak bisa menyalahkan siapapaun, namun sebagai catatan kita akan pentingnya sebuah catatan tertulis.

0 comments:

Post a Comment