World News

Showing posts with label Lady GaGa. Show all posts
Showing posts with label Lady GaGa. Show all posts

Eurozone crisis tarnishes Germany's 'Iron Lady'

Thursday, August 18, 2011

Angela Merkel's previously strong popularity ratings have dived amid the eurozone crisis.
Angela Merkel's previously strong popularity ratings have dived amid the eurozone crisis.
STORY HIGHLIGHTS
  • Euro crisis has hit German Chancellor Angela Merkel's popularity ratings
  • Recent polls suggest she may struggle to secure third term.
  • Germany has played lead role in bailouts of economically weaker neighbors
  • But this week Germany announced weak economic growth
(CNN) -- For years, Germany has been feted as the strong man of Europe: While those around it battled years of boom-and-bust, Germany, stable and consistent, thrived. Its economy -- and the economic management of its leaders -- was frequently cited as an example to the rest of the world.
But in recent years, that very stability has come to threaten the country, by forcing it to take a leading role in the bailouts of its less economically healthy neighbors, pledging to protect them from sinking under the weight of their debts.
Despite being seen as vital for the survival of the euro, Germany's actions have been greeted with anger and frustration at home. A Bloomberg/YouGov poll published on Tuesday found that just 15% of Germans questioned approved of their government's performance during the euro crisis, while 75% disapproved.
Concern about what the bailouts will mean for the eurozone has proved contagious, tarnishing not just the economies, but the individuals involved -- and German Chancellor Angela Merkel is no exception.
Merkel and Sarkozy huddle as euro struggles
Frequently dubbed Germany's "Iron Lady" and hailed as the country's answer to former UK Prime Minister Margaret Thatcher, the euro crisis has now left Merkel's image looking decidedly rusty.

Merkel, 57, the daughter of a Protestant minister, was brought up in then-Communist East Germany. She trained as a chemist before turning to politics as a member of the conservative, right-wing Christian Democrats (CDU).
She was elected as chancellor -- the first woman to hold the post -- in 2005, 15 years after she entered parliament. She was re-elected in 2009, but recent polls suggest she may struggle to secure a third term.
A survey by German television channel ARD earlier this month recorded a drop in Merkel's approval ratings -- just 45% of those polled said they were satisfied with her work, a slide of four points compared with the previous month.
The same poll appeared to predict a grim future for Merkel's CDU/CSU, with support for the party slipping to 36%, compared to the 51% who backed likely coalition partners, the Social Democratic Party and the Greens.
And there was further bad news for Merkel, with her coalition partners, the Free Democrats (FDP), notching up just 4% support in the survey -- a result that, were it to be repeated in real elections, would see them fall below the minimum vote threshold, and lose their place in parliament.
The FDP has already threatened to withdraw their support for the coalition if Merkel and the CDU back controversial euro bonds as a potential solution to the European debt crisis -- a move that could bring down the government.
In March this year, the CDU lost control of the prosperous southern state of Baden-Wurttemberg, which it had governed ever since the 1950s.
And with more elections to come later this year, in Berlin and the northern state of Mecklenberg-Western Pomerania, many CDU members fear the euro crisis could yet do further damage to the party -- and its embattled leader.
As Germany's conservative Die Welt newspaper recently pointed out in an editorial, "it is possible the next election may even hinge on this issue."
"For Merkel, it is both a curse and a blessing. Like her one-time mentor Helmut Kohl, it would provide her the chance to go down in history as a great European. At the same time, she runs the risk of what happened to her predecessor, Gerhard Schröder. [Who] did the right thing economically -- but was then voted out of office."
The latest financial figures mean Merkel and her party can no longer rely on the strength of the economy to see them through. On Tuesday, Germany announced its GDP for the second quarter of 2011 had virtually flatlined, growing by just 0.1% (compared to 1.3% growth in the first quarter of the year).
German slowdown adds to eurozone crisis
There may be trouble ahead for Merkel, and for Germany as a whole, but the country's years of stability should allow it to weather the storm more easily than some of its neighbors.
And while the euro crisis has dented the chancellor's image, the Bloomberg/YouGov poll suggests that most German hostility over the situation is directed towards Greece.
Of those Germans questioned in the survey, 59% were firmly opposed to further bailouts (with just 20% supporting them), and 58% backed the idea of booting Greece out of the eurozone.
READ MORE - Eurozone crisis tarnishes Germany's 'Iron Lady'

Lady Gaga Juga Manusia

Friday, May 27, 2011



Lady Gaga

Liputan6.com, Los Angeles: Penyanyi kontroversial Lady Gaga yang selalu tampil memukau dan percaya diri, ternyata juga merasakan tertekan dengan glamornya dunia Hollywood. Seperti dilansir Dailymail, belum lama ini, saat diwawancara televisi HBO sebelum konsernya, penyanyi bernama asli Stefani Germanotta mengungkapkan perasaannya akan tekanan untuk berpenampilan sesempurna mungkin di hadapan para penggemarnya.

"Terkadang saya merasa seperti pecundang. Setiap pagi saya harus bangun dan meyakinkan diri bahwa saya adalah superstar. Penggemar saya sangat membutuhkan saya untuk tampil," ungkapnya. Sambil berurai air mata, ia mengungkapkan:" Tapi saya merasa beberapa orang ingin menghancurkan saya. Saya hanya punya keyakinan diri bahwa saya tidak bisa dihancurkan. Kalian tidak akan pernah bisa menjatuhkan saya."

Penyanyi eksentrik berusia 25 tahun itu membeberkan pula, "Kalian tidak tahu bagaimana menderitanya saya harus berpenampilan seperti ini semua yang saya kenakan ini adalah palsu, hanya riasan tebal dan wig yang menutupi keaslian diri saya. Mereka tidak pernah tahu hal itu."

Pelantun Born This Way ini juga pernah mengungkapkan kepada Majalah Cosmopolitan bahwa dirinya selalu menjadi bahan ejekan oleh teman-temannya saat masih sekolah dulu. Setelah mengungkapkan curhat alias curahan hatinya, Gaga pun larut dalam doa. Ia berharap agar dirinya selalu diberikan kekuatan untuk menghadapi itu semua
READ MORE - Lady Gaga Juga Manusia

Lady GaGa Takut Dilempari Es

Tuesday, May 17, 2011

Lady GaGa Takut Dilempari Es
Lady GaGa @ splashnews.com


Rabu, 04 Mei 2011 11:21
Kapanlagi.com - Kalau melihat sosok Lady GaGa, sepertinya para fans bisa yakin bahwa tak ada yang ditakutinya. Namun, akhirnya terungkap bahwa GaGa takut dilempari es sampai-sampai sang penyanyi melarang ada es di konsernya.Penyanyi berusia 25 tahun in punya sederet permintaan untuk dipenuhi oleh tiap penyelenggara konser, salah satunya adalah agar pihak penyelenggara memastikan tak ada es setengah jam sebelum GaGa naik panggung, karena dia takut para penonton akan melemparinya.
Selain ini, GaGa juga meminta agar panitia menyediakan beberapa camilan sehat, seperti smoothies, manisan, yoghurt alami, dan cereal rendah lemak. Sementara, untuk makanannya, GaGa meminta dada ayam bakar dengan nasi juga ikan putih dengan salad.
Untuk minuman, GaGa menyebutkan bahwa teh jahe dan serai 'harus ada', juga Fuze Slenderize drinks dan Red Bull Light, seperti dilansir The Smoking Gun. GaGa juga punya pasukan pengamanan sendiri, yang dinamainya Lady Gaga Advance Security.
READ MORE - Lady GaGa Takut Dilempari Es

Maher Zain: Saya Tak Mau Merambah Musik Pop

Friday, May 7, 2010


Foto oleh Bernard Chaniago/ Yahoo!
Sampai 3,5 tahun yang lalu, saya jauh dari agama. Jauh dari Allah.
Nama Maher Zain mendadak disebut di mana-mana. Wajahnya yang percampuran Eropa dan Lebanon kerap muncul di televisi belakangan ini. Banyak yang berseru senang ketika mendengar kabar pria pelantun lagu Palestine Will Be Free ini datang ke Indonesia. Namun banyak juga yang bertanya-tanya, "Memang siapa sih Maher Zain?"

Untuk mengenal lebih dekat penyanyi yang baru saja merilis album baru berjudul Thank You Allah ini, Yahoo! Indonesia sempat berbincang dengan Maher Zain di sela kegiatannya yang padat di Jakarta. Kebetulan wawancara digelar hanya selang beberapa menit setelah diumumkannya berita kematian Osama bin Laden.

"Baru saja saya lihat beritanya di televisi. It's sad but good. Di satu sisi, dia seorang muslim. Dia saudara kita. Tapi apa yang dia lakukan itu salah. Islam tak pernah mengajarkan kita untuk membunuh orang-orang yang tak bersalah," ujar Maher.

Ternyata banyak yang orang belum tahu tentang pria kelahiran Lebanon, 16 Maret 1981 ini. Ternyata dia belum empat tahun memeluk agama Islam, dan sebelumnya ia pernah bekerja dengan produser musik Lady Gaga.

Simak perbincangan lengkap Yahoo! Indonesia dengan Maher Zain di bawah ini.


Apakah Anda sudah menekuni dunia nyanyi sejak kecil?
Sebenarnya saya baru mulai menyanyi sekitar 3,5 tahun yang lalu. Sebelumnya saya sudah bergerak di industri musik, tapi sebagai produser, bukan penyanyi. Sesekali saya nyanyi juga, tapi biasanya hanya untuk demo. Saya dulu kerja dengan Red One (produser Lady Gaga, Jennifer Lopez, dll), saya banyak membantu di produksi musik dia.
Salah satu yang membuat saya terus melaju adalah karena banyaknya penggemar yang bilang bahwa lagu saya mengubah hidup mereka.


Foto oleh Bernard Chaniago/ Yahoo!


Lalu apa yang membuat Anda akhirnya beralih jadi penyanyi lagu religi?
Sampai 3,5 tahun yang lalu, saya jauh dari agama. Jauh dari Allah. Tapi alhamdulillah setelah itu saya memeluk Islam dan sadar bahwa banyak sekali yang bisa saya bagikan kepada anak-anak muda seusia saya dan yang berada di situasi yang sama dengan saya. Saya ingin bisa menginspirasi mereka. Karena itulah akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan industri musik pop dan memilih jalan ini.

Sejak kapan Anda memeluk Islam?
Akhir tahun 2007, tepatnya bulan Ramadhan. Sebelumnya saya sangat tersesat dan serba bingung. Saya mulai mempertanyakan hal-hal seperti kenapa kita ada di dunia ini? Apa yang harus kita lakukan di sini? Apa tujuan kita hidup? Saya juga banyak berpikir tentang kematian, tentang kehilangan orang tua dan saudara-saudara. Banyak sekali pikiran gila yang berkecamuk di benak saya, dan saya yakin banyak juga orang yang mengalami hal seperti ini. Ditambah lagi saat itu saya berada di lingkungan yang buruk, dikelilingi teman-teman yang buruk pula. Alhamdulillah setelah saya memutuskan untuk memeluk Islam, saya mulai mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi. Sedikit demi sedikit saya mulai memahami.

Saat baru sampai di bandara Soekarno-Hatta, Anda disambut puluhan penggemar. Memang biasanya selalu seperti itu?
Tidak sama sekali. Itu terjadi juga di Malaysia, tapi sejujurnya saya nggak berharap banyak waktu saya datang ke Indonesia. Jadi sewaktu para penggemar menyambut kedatangan saya di bandara, saya sangat kaget. Indonesia mengagumkan sekali, fans di sini sangat suportif. Saya berterima kasih sekali atas dukungan mereka.

Sempat jalan-jalan di Jakarta?
Sayangnya tak ada waktu. Saya hanya sempat pergi ke sebuah pegunungan, saya lupa namanya, saat syuting sinetron Pesantren dan Rock n Roll. Itu pengalaman pertama saya berakting. Saya tak sabar melihat hasilnya.

Siapa inspirasi Anda dalam bermusik?
Passion bermusik sepertinya datang dari ayah saya, karena dia dulu juga seorang penyanyi. Keluarga ibu juga beberapa ada yang penyanyi. Tapi selama di dunia musik, saya belajar banyak dari Red One.

Apakah Anda berniat untuk merambah musik pop juga?
Insya Allah tidak. Lagi pula, apa yang dimaksud dengan musik pop? Apakah yang bisa untuk bergoyang? Apakah yang seperti lagunya Lady Gaga? Bagi saya, musik adalah musik. Jika musikmu bagus, pesannya akan sampai ke pendengar.

Sebagai penyanyi lagi religi, Anda termasuk orang yang religius juga kah?
Absolutely. Tapi apa sih definisi religius itu? Salat, puasa, tentu saya jalankan. Tapi bagi saya Islam adalah jalan hidup. Bukan sesuatu yang saya jalankan sebagai sampingan. Islam is the way I'm living. Berbuat baiklah pada sesama, hormati semua orang, jangan pernah sakiti orang tuamu bahkan dengan satu kata, apa pun yang diajarkan Islam, semuanya adalah hal yang baik. This is what Islam is for me and I'm trying to live it everyday.

Anda tinggal di Swedia. Sulitkah jadi seorang muslim di Swedia?
Nggak juga. Tentu saja agak lebih sulit dibandingkan muslim yang tinggal di Indonesia atau negara lain yang mayoritasnya pemeluk Islam. Tapi alhamdulillah Islam sudah mulai berkembang di Swedia. Anak-anak muda muslim di sana sudah bisa memberi gambaran seperti apa Islam yang sesungguhnya dan orang-orang di sana pun sudah bisa melihatnya. Tentunya masih ada yang berpandangan negatif, tapi kami berusaha selalu mentolerir.

Apakah album Anda juga dijual di negara-negara yang mayoritasnya bukan muslim?
Saya rasa album saya bisa ditemukan di mana-mana. Bedanya, di banyak negara Barat, album saya tak akan ada di mall atau di toko CD besar, tapi hanya bisa diorder di iTunes, Amazon.com, atau di toko buku Islami.

Apa yang ingin Anda sampaikan lewat musik Anda?
Misi saya adalah membawa pesan perdamaian dan harapan, jadi inspirasi bagi pendengar untuk jadi lebih baik, dan menunjukkan karakter baik Islam. Salah satu yang membuat saya terus melaju adalah karena banyaknya penggemar yang bilang bahwa lagu saya mengubah hidup mereka. Banyak yang menangis mendengar lagu Insha Allah, Open Your Eyes, dan Thank You Allah, dan mereka bilang, "You don't understand how this song changed my life." Inilah yang membuat saya terus melakukan apa yang saya lakukan.

Bagaimana rasanya berduet dengan Fadly Padi?
Fadly is a very nice guy, orangnya sangat rendah hati. Dia di sini seorang bintang, tapi saat bertemu saya dia bilang bahwa dia penggemar saya juga. Saya belum pernah dengar lagu Padi sebelumnya, tapi kemarin saya sempat lihat video klip lagu religi yang Fadly nyanyikan, dan satu lagu yang jadi soundtrack Upin Ipin.

Anda juga sempat menyanyikan sepenggal lirik dalam Bahasa Indonesia. Sulitkah?
Nggak terlalu sulit. Saya sudah pernah diminta menyanyi dalam bahasa Inggris, Perancis, Arab, Turki, Urdu, Malaysia, dan Bahasa Indonesia. Trik saya adalah menulis lirik bahasa tersebut sesuai dengan cara pengucapannya dalam bahasa Swedia, baru setelah itu saya nyanyikan. Nah, masalahnya, saya baru dapat lirik berbahasa Indonesia ini saat sudah dalam perjalanan ke studio. Saya hanya punya waktu latihan selama 30 menit. Untungnya di studio ada Fadly dan orang-orang Sony Music yang membantu.
READ MORE - Maher Zain: Saya Tak Mau Merambah Musik Pop